Kutitipkan bukan sekedar surat “Cinta” biasa itu di Bandara Hassanudin (cerpen Ter Galau)

(cerita Cinta segiempat yg kau temukan pd: ALLAH-ortumu-sahabatmu-kekasih pujaanmu)

-mencoba menulis lagi while Listening a song Raisa:apalah(arti menunggu)-

 

 Bip…Bip….

“Cinta, ini kukenalin ada cowok temenku kuliah, mungkin kamu cocok, sambit wes..haha”

BB dari sahabat2ku selalu menggodaku dengan urusan “lanangan”(lelaki)  karena mereka tahu sudah lama or bahkan tidak pernah aku menggandeng lelaki disampingku, aku sendiripun selalu menanggapinya sebagai guyonan “Waah, Boleh!! Budhal (berangkat)”. Akupun menjawab spt itu sebenarnya hanyalah bercandaan utk memeriahkan suasana saja, toh ujung2nya aku tidak pernah melanjutkan ke hal serius dan sulit bagiku jatuh hati.

 

Hari itu aku mengantar ortuku ke pernikahan anak sahabat mrka, dan tau apa yang kudapat disana, yah pertanyaan yang seperti kulihat di infotainment.

“Loh, ini mbak Cinta jeng?ya ampuuun wes gedhee, km dulu masih cilik loh wuk waktu tetanggaan ma tante, kapan ini nyusul????”

“Mbk Cintaa…undang-undang cepetaaaan, kasihan bapak ibumu tuh, tinggal satu ini tanggungannya”

Akupun tersenyum simpul, seperti senyum yang kulihat di wajah ayah ibuku, tetapi bedanya, mereka tersenyum penuh harap dan sedih dimatanya, aku tersenyum karena kesal dengan pertanyaan itu.

Diperjalanan pulang yang hening itupun aku bicara dengan mereka

“Bu,Pak…., maafkan Cinta blm bisa menuruti harapan ibu Bpk, walau aku sudah memiliki keinginan it”

“Gpp Nak, ibu percaya adanya jodoh dan percayakan dgnmu…”

Jawaban ibu itupun menyayat hatiku. Kau tahu ketika orang mengatakan tidak apa-apa, sebenarnya dia mencoba utk tidak apa-apa padahal kenyataannya dy tidak spt itu. Percaya padaku!

Sudah 3 minggu ini aku tidak berkomunikasi dengan Bagas. Lelaki yang dekat denganku, belum berstatus dan kemungkinan sudah tidak berstatus lagi denganku.  Tapi jujur aku merindukannya….

Aku ingat pertemuan kita benar2 tak terduga, dia teman sekolah putih merahku dimana akupun sebenarnya lupa dia yang mana, sampai Facebook mempertemukan kami dalam pertemanan. Curhatlah aku pada sahabatku Karina bahwa sptnya aku pernah simpati dengannya masa sekolah, dan perasaan itu tumbuh kembali. Tapi rasa suka ku bertepuk sebelah tangan, karena dia sudah memiliki pilihan. Dengan kecewa optimis akupun meneruskan hidupku, toh dy hanya org yg membuatku simpati belum terlalu jauh aku memiliki rasa. Lagian, ak msh masa pemulihan karena baru putus dengan tunanganku. Akupun mendapat berkah meneruskan sekolahku pergi  ke Jepang berkesempatan belajar. Ketika aku kembali ketanah air itulah, Bagas datang. Seperti malaikat doa yang kupanjatkan pd Tuhan, datang tanpa kuduga. Menjawab harapanku yg pernah tertunda.Aneh kn?

Kalau aku coba ingat2 mengapa aku tidak berkomunikasi lg dengannya, akupun tak tahu alasannya. Tapi sepertinya dia menjauhiku dengan sengaja. Mungkin dy lelah karena kita sering bertengkar, mungkin dy muak dengan sikapku yang keras, kaku, yang selalu menolak untuk menikah dan dia sudah tidak sabar lagi menghadapinya. Mungkin dia sudah illfil dan merasa aku wanita kasar yang salah dia dekati. Mungkin aku wanita yang gk tau diri. Atau kemungkinan2 lain, yang rasanya aku memang yang bersalah. Aku menduga2 alsan itu sendiri. Tapi satu hal, aku tak tau apa alasan pastinya.

Suatu pagi aku jatuh sakit yg gk keren; magh akut, mungkin aku terlalu berat memikirkan Bagas. Kutundukkan tubuh ini kepada NYA, meminta kekuatan dan keikhlasan. Teman2ku pun selalu menghibur, baik sahabatku jauh via facebook, YM atau sahabatku yang selalu bermain denganku tak henti2nya mengisi hari2ku sampai aku terbahak2. Tetapi entahlah…aku tetap; memikirkan Bagas!…..

Aku blm memilikinya, tapi aku kehilangannya. Dalam keadaan msh lemas, beberp hr kemudian aku mendapat email, bahwa S2 ku lolos, sorenya aku mendapat pengumuman aku diterima kerja diperusahaan asing, dan bsk nya ibuku mendapat rejeki menawariku Umrah. Subhanallah, nikmat Tuhan mana yang kau ingkari? Setelah kupikir2, akupun membatalkan niat umrah kr ak ingin suatu hari pergi bersama suami impianku, S2 pun kubatalkan kr baru saja pul Indo, dan akhirnya aku memilih bekerja. Kulihat ayah ibuku pun akhirnya tersenyum bahagia, melihat keinginan anaknya yang menganggur sampai menjamur setelah dr Jepang setidaknya  bisa memulai masa percobaan bekerja selama 3 bulan.

Dibalik kelegaan ortuku, mereka mngungkapkan isi hatinya yaitu takut aku terlalu focus dgn pekerjaan tapi tak memikirkan pendamping hidup. Ibuku bicara, kalau memang ingin mencoba, cobalah bekerja dulu tapi suatu hari pikirkan umur dan masa depanmu nak. Seperti mata burung hantu mata ini tak terpejam memikirkan makna hidupku. Dengan siapa?orang yang kusayang bahkan sudah tak tampak rimbanya mirip lirik lagu ayu ting-ting. Dan asal tahu saja, aku sulit jatuh hati, dan sulit melupakan. Sudah kesekian kali aku gagal! Apa karna aku tak menarik?kata temanku gk lah!ak menarik, bahkan katanya cewek idaman yang menyenangkan, tapi bagiku aku penuh kekurangan. Dan mungkin mereka yang dekat denganku menyadari kekuranganku dalam bersikap sehingga illfil denganku. Entahlah….Yang jelas, aku akan mulai bekerja 2 minggu lagi dan harus training ke Belanda. Aku berfikir, ini yang kucari atau aku hrs pikirkan ibadah lain penyempurna hidupku. Entahlah ….

Malam itu aku beranikan memencet kata demi kata dan mengirimnya ke nomor Bagas, tak ada respon, sama sekali. Sakit hatiku, terlalu buruk kah aku? Akhirnya sms jawaban itu datang pukul 3 pagi, dan spt yang kuduga; dia menegaskan tidak akan mendekatiku lagi. Jahat!bagiku jahat!Bagas yang kukenal bukan seperti ini. Bagas yang kukenal adalah seorang pria..tau kan kapan lelaki disebut pria?!Ketika dia bisa tunjukkan tangung jawab, dan kedewasaan nya dalam hidup nya, keluarga, dan sosialnya. Dan kali ini aku benar2 tak melihat sejatinya Bagas!Aku bingung karena Bagas tinggal dan bekerja di Makasar. Apa yang kulakukan?aku harus menyelesaikan ini semua pikirku. Bukan dengan cara sperti permainan tamagochi, tapi memanusiakan manusia.

Tanpa ragu, aku putuskan, aku harus ke Makasar. Karina yang suaminya bekerja di penerbangan pun membantuku mencari tiket. Karina adalah sahabatku yang memegang kartu AS kehidupan percintaanku. Karina sudah paham, bahwa aku adalah seseorang yang baru akan berhenti ketika aku sendiri yang mengalami sakitnya resiko kuambil, walau banyak orang sudah menyarankan Tidak, tapi itu bukan Tidak bagiku. Padahal dy sudah berpesan:Cwo klo uda cinta ama kita mengganggap kita layaknya barang mulia, gk bakal disia-siakan apa lg dilepas gtu aja tanpa pengorbanan..bakal dijaga bahkan bertaruh nyawa, ngliat kita sedih mreka malah berlipat sedihnya, itulah yang dilakukan suamiku padaku jg Cin. Memang benar juga, ibuku pun pernah bcr spt itu, tapi aku pun menjawab kalo cow tdk bs melakukan itu padaku, aku yg akan melakukannya utknya.Dy pun menyerah dan yang hanya bs dia lakukan hanyalah; mendoakanku dan mendukungku.

Suatu hari info ini bocor ke teman2ku sepermainan, dan Arya lah yang melarang dan menasehatiku mati2 an. Aku dikatakan tak tau malu,biar!tak punya harga diri, biar! Tp ak tahu dy mengatakan itu kr sayang dan tak tega melihatku. Aku berpamitan ke kedua ortuku bahwa aku akan pergi menginap ke seorang teman di Surabaya , selama 2 hari, tetapi sebenarnya aku diantar Arya ke Airport. Ditariklah kepalaku dan disandarkan di pundaknya…air mataku meleleh. Dy membuatku terharu, Arya kuanggap kakakku sendiri. Dy mengatakan bahwa aku wanita, gk pantas melakukan hal ini, dia takut aku jauh lebih terluka dan kecewa.

“Arya, memilikimu sebagai sahabatku sangat aku syukuri tapi ini jalan yang sudah kuputuskan”. Akhirnya terlihat lebay ala Sahrukh khan ninggalin Kajol, aku dilepasnya dgn matanya yang berkaca2, dan masuklah aku utk check in. Sebelum masuk pesawat Arya pun sms aku:

“Sabarlah Cin . Siapapun lelaki itu dy jahat jika melepasmu. Aku menyayangimu, ak kakakmu akan slalu menyediakan pundakku untukmu ketika km pulg, maaf aku pesimis, shgga berkata spt itu.Kr terus terang aku tak setuju dengan cr bodohmu ini. Aku benar2 salut pada perempuan sptmu. Hati2…semoga selamat dan selalu kirim kabar.semoga ALLAH mendekapmu”

Akupun hanya menjawab: “ALLAH ndak bobo, apapun aku terima.aku wanita tapi jiwaku gk mau kalah spt pria!”

Aku jg mengirim SMS ke Bagas sblm take off, dan tetap..;tidak ada respon! Aku tersenyum sungut, dan melihat ke jendela kaca pesawat:Beginilah cinta, deritanya tiada akhir..aku penggemarmu Patkai.Hehe.

Sesampainya di Bandara Makasar, aku menggelandang, capek, duitku ludesh!.Aku tak peduli, aku menghibur diri menggoyangkan kepalaku dan mendengarkan lagu-lagu ceria dr Katy Perry, Lifehouse- You and Me; berharap berakhir bahagia spt video klip itu.

Penerbanganku kembali ke Surabaya 13 jam lagi, malam pukul 9, sekarang pagi pukul 8. Hari minggu, aku sms Bagas lebih12 x tetap tak ada respon..bodohnya aku tak tahu alamatnya. Jadi aku mengancamnya akan menunggunya di Bandara. Kutelp tak diangkat dan aku tahu kadang direject. Sudah 5 jam, setelah sholat Jama’ ada sms darinya :”Pulanglah, bukan aku tak percaya kamu sudah disini. Tapi pulanglah…aku mohon, aku minta maaf sebesar2nya. Skali lagi aku minta maaf.” Emosi ku memuncak, aku marah dan sedih bercampur jadi satu. Menangislah aku seperti menonton sinetron Korea. Orang disampingku mungkin saking kasihan memberikan tisyu nya yang segepok padaku. Dia hanya bilang “Sabar ya Mbak…sabar…”dengan logat Jawa kentalnya tanpa mempertanyakan masalahku.

Aku tetap optimis dan menunggunya, tanpa kusadar terlalu lama aku menunggu akupun mengantuk, mataku pun terpejam, sangat lelap. Ketika kubangun, posisiku berbeda dengan pertama kalinya, badanku diselimuti jaketku dan disampingku ak melihat sebungkus Burger KFC. Aku berfikir, ibu tadi sangatlah baik, dy menyelimutiku dan memberikanku makan. Semoga Allah membalas kebaikannya; kr sepertinya dia sudah pergi.

Ketika aku bangun tetap tak ada balasan apapun dari nya, dan kulihat jam ku Ya Tuhan!kurang 2 jam lagi aku hrs berangkat balik. Aku sedih, tapi nyatanya aku hrs pasrah. Setelah aku shalat akupun menulis surat untuk nya di mushalla:

Bagas, tak banyak yang ingin kuucapkan di surat yang mungkin bahkan tak bakalan kamu ambil dan baca ini. Tapi setidaknya aku mengutarakan isi hatiku, apapun alasanmu memperlakukan aku sprt ini, jika memang ini kesalahanku aku minta maaf sedalam2nya walaupun perbuatanku seperti tak termaafkan.Aku sudah dpt kerja Gas, aku rasanya bakalan repot. Aku harus training ke Belanda dulu. Aku tak tahu apa sebenarnya ini yang kucari atau sebenarnya menjadi pendampingmu lah yang kucari. Sehingga mungkin inilah tujuanku kesini. Aku mungkin terlambat mengatakan aku bersedia, tp aku tak terlambat untuk berusaha dan mengungkapkan isi hatiku padamu Gas.Setidaknya aku menunjukanmu, bahwa wanita bisa kuat dan berusaha seperti pria Gas!ak puas!dan aku pulang dengan senyum ikhlas…Usaha tanpa hasil yg diharapkan manusia, berarti  km dan ALLAH menunjukkan bukan disini jalanku dan ak ikhlaskan kpd ALLAH. Terimakasih Gas, aku masih menyayangimu, sempat aku berfikir cukup sampai disini. Tetapi apapun keputusanmu, jikalau kau datang padaku, aku mgkin msh menunggumu tanpa dendam.

Wassalam

Cinta

 

Kulipat surat itu, kumasukan amplop dan aku sms Bagas bahwa aku menitipkan surat ke Pak Soleh, orang yang bekerja sebagai pembersih WC yg sempat aku ajak bercanda. Tetapi tetap dy tidak membalas. Satu jam lagi pesawatku terbang, aku pun putuskan masuk meninggalkan harapan dan usahaku. Entah, ketika aku melihat kaca keluar, aku melihat spt Bagas. Ya dia seperti Bagas! Tp dy lgsg tak terlihat lg. Sekitar 15 menit aku mendapat sms balasan dari Bagas: “Terimakasih Cin, hati-hati.” Akupun tak membalasnya apa2. Akhir bahagia spt video Clip Lifehouse pun ternyata tak pernah terjadi.

Ketika ak masuk, aku melihat ibu2 yang duduk disampingku tadi yang memberikanku tisyu. Aku pun menyapa dan berterimakasih padanya

“Bu, makasih tadi saya tertidur lalu diselimuti dan dibelikan makan, ndak nyangka bertemu ibu disini lagi”

“Loh nak, bukannya tadi Mas nya yang jemput panjenengan?dia bilang jangan dibangunin buk, kasihan capek, trus Mbak saya tinggal, saya pikir sudah dijemput Mas nya”

Hatiku seperti disambar angin sepoi2 bak pahlawan, kali ini bukan petir! Aku hanya tersenyum pada ibu tadi dan mengucap terimakasih.

Bagas,……

Aku tak bs melihatmu… terimakasih Gas…walau sakit terasa…sgt!sgt!sgt!sgt! pedih tapi aku terima.

Akupun mengeluarkan HP ku dan sms Arya : Ar, sepertinya aku membutuhkan pundakmu…dan satu lagi: tisyu 🙂

*——————————————————————————————————————————————–*

============================================================

Siapapun, terimakasih. Setidaknya membangkitkan inspirasiku untuk menulis cerpen lebhuay lagi. Walau Cerita ini banyak lebay nya daripada faktanya! ^^V

Terinspirasi oleh cerita pedih teman genk kesrohku RISNA yg sering menyeletuk “tak ndem ndewek” dan “aku ki rasane wes gk ono regane” ^^  dan juga dibumbui fiksi dr kisahku jg. Tak akoni kwe wedok kuat Cyin Risna…*tos upil….!!

It’s NOT a true story, tp sempat dlm pikiran saya hal ini akan terjadi, sampai suatu hari sy mendengar cerita akhirnya seorang ibu menguatkan inspirator dan mengatakan bahwa:

“Betapa baiknya ALLAH mengganti nya dengan rejeki lain yg km dpt skrg, dan yakinlah jodoh itu akan dtg padamu. Tidak selamanya kau benar, seseorg dtg dan pergi dihidupmu bukan tanpa alasan, tp membuatmu kuat dan belajar. Mgkin memang kau salah, tetapi Nak, ketika Wanita sudah merendah dan menanggalkan ke ego annya serta meminta maaf tetapi disisi lain dy sudah tidak diperhatikan, lepaskan Nak..lepaskan…kamu msh berharga dan hargailah harga dirimu sndiri”

“Lebih baik kau kehilangannya drpd kehilangan bapak ibumu ini Nak,doakan kami masih slalu sehat mendampingimu, hingga melepasmu dgn org yg tulus menyayangimu apa adanya”

Tersadarlah bahwa sering dikecewakan dgn cara yang tidak etis oleh elo!elo!disono, tp qt msh memiliki keyakinan pd ALLAH dan DOA ortu….Ini bukan soal sekedar cerita cinta men!, bukan!cinta bs jg permainan hati yg bs kau ucap tapi bs mudah kau lupa! Tapi soal cinta yg hrs kau syukuri bahwa ALLAH- org disekitarmu jg memiliki ‘nya’ utkmu. Soal berani berjuang walaupun brakhir kecewa; walau kau terlahir sbg wanita yg identik dgn presepsi hanya bs menerima tanpa berusaha.

Barangsiapa diuji lalu bersabar, diberi lalu bersyukur, dizalimi lalu memaafkan dan menzalimi lalu beristighfar maka bagi mereka keselamatan dan mereka tergolong orang-orang yang memperoleh hidayah. (HR. Al-Baihaqi) 

“Sometimes U don’t need to ask why U r fallin in love with someone, and sometimes you don’t need to ask why he/she let you go …Well, thought it’s hurt!”

*Cerita Cinta Islamiku (akhirnya menulis cerita ngasal2an lg) ^^*

Iklan

3 Komentar (+add yours?)

  1. ya2kzzz
    Feb 11, 2012 @ 03:41:50

    based true story kah?? 🙂

    Balas

    • Note Story (Kumpulan Cerpenku)
      Feb 17, 2012 @ 23:46:15

      based on someone story, yg mengorbankan org lain demi keegoisan, tujuan dan kebahagiaan nya pribadi tanpa memperdulikan perasaan org yg ditinggalnya…
      pelajaran: org yg terlihat “baik” bahkan dy lbh buruk dan bs menikammu dr belakang…so dont believe with anyone from their words….hehehe

      Balas

  2. herman
    Feb 18, 2012 @ 22:37:48

    Kua banget wanita itu
    .Teramat rugi lelaki yg menyianyiakannya

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: